![]() |
| sumber foto: idiva.com |
Seseorang memutuskan diri untuk pergi merantau bukanlah hal yang mudah.
Dia harus memikirkan dengan matang segala konsekuensinya.
Dia dengan berat hati harus rela meninggalkan keluarga tercinta, Anak, suami atau istri, serta orang tua.
demi memenuhi kebutuhan ekonomi dan keinginan untuk hidup sedikit lebih layak kedepannya.
Dia memutuskan diri mengadu nasib dengan merantau, berarti juga harus sudah siap menghadapi segala rintangan yang menghadang.
dia harus sudah siap merasa kesepian, harus siap jatuh bangun sendiri, harus sudah mempersiapkan mental baja, mempersiapkan kesabaran ekstra.
Seperti halnya aku,
sebelum memutuskan untuk pergi merantau sebagai tkw ke negri formosa ini, banyak sekali yang harus dipersiapkan dan dipertimbangkan, terutama mental.
Aku harus sudah siap jika nanti ditempat perantauan, aku mendapatkan majikan yang tidak sesuai yang diharapkan, aku harus sudah siap jika nanti ditempat majikan aku tidak mendapatkan fasilitas semestinya, atau aku tidak bisa mempergunakan hak2ku, tidak punya privasi, tidak mendapat cuti, dan lain sebagainya.
Aku bahkan tidak berani membayangkan yang indah2.. pikiran dan imaginasiku kupaksa untuk membayangkan segala sesuatu yang jauh dari kata ideal.
segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi, bahkan sudah aku tanamkan di pikiranku. Tujuanku tidak lain, agar tidak kaget dan sudah terbiasa nantinya dengan semua ketidak idealan itu.
Aku memutuskan untuk merantau, berarti harus sudah siap meninggalkan zona nyamanku, bukankah kesuksesan seseorang akan diraih jika dia berani mengambil resiko?
Dan tentu saja harus dibarengi dengan semangat dan kapasitas diri sesuai bidang pekerjaan.
"Jika kamu cukup ilmu dan beradab, tinggalkanlah negerimu,
merantaulah ke negeri orang"
~imam syafi'i~

No comments:
Post a Comment